Selasa, 27 September 2011

Allah Itu Baik , Namun Tegas

Bacaan Alkitab hari ini: Mazmur 44
Dalam bacaan hari ini, pemazmur kebingungan. Berdasarkan kisah yang diceritakan oleh nenek moyang mereka secara turun-temurun, ia mengerti bahwa Allah itu baik (44:2-9). Akan tetapi, berdasarkan pengalaman yang sedang dia alami, ternyata Allah seperti tidak mempedulikan umat-Nya.
Pemazmur kebingungan ketika melihat kenyataan bahwa Allah yang baik yang telah memberi kemenangan dalam berbagai peperangan pada masa lampau ternyata membiarkan umat-Nya dikalahkan musuh dalam peperangan pada masa kini. Allah seolah-olah tidak peduli ketika umat-Nya dibuang ke negeri asing serta menjadi bahan sindiran bagi suku-suku bangsa tetangga mereka (44:10-15). Dalam kebingungannya, pemazmur menganggap Tuhan sedang tidur sehingga ia berusaha membangunkan Tuhan (44:24).
Bila kita hidup pada zaman pemazmur, yaitu pada zaman pembuangan, kita pun akan kebingungan menghadapi pertentangan antara pengetahuan dan mengalaman. Akan tetapi, bagi kita yang mengerti seluruh sejarah Israel sebagaimana yang dikisahkan dalam Alkitab, kita bisa memahami bahwa pembuangan itu terjadi karena bangsa Israel berulang-ulang jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Allah itu baik sehingga Ia mau mengampuni umat-Nya setiap kali umat-Nya bertobat dan datang kepada-Nya. Akan tetapi, karena kejatuhan dalam dosa penyembahan berhala merupakan siklus yang terus berulang (jatuh dalam dosa → dikalahkan musuh → bertobat → ditolong Tuhan → jatuh dalam dosa → dan seterusnya), Allah akhirnya membiarkan umat-Nya dikalahkan musuh dan dibuang sebagai tawanan ke negeri asing untuk memutus siklus tersebut. Ketegasan Allah membuat Allah tidak bisa membiarkan dosa. [P]
Ulangan 28:15
“Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”

Kalau Bukan Kemurahan Allah

Baca: Yesaya 1:1-9
Orang bebal berkata dalam hatinya, “tidak ada Allah” (Mzm. 14:1). Pantaskah julukan ini diberikan kepada Israel yang digambarkan dalam perikop ini? Yesaya membandingkan bangsa Israel dengan lembu dan keledai. Kalau ternak ini mengenal pemiliknya, maka bangsa Israel bukan saja tidak mengakui Tuhan yang memelihara hidup mereka, malahan memberontak kepada Sang Pemilik (2-4).
“Yang Mahakudus, Allah Israel” (4) adalah frase khas yang akan sering kita jumpai selama membaca Kitab Yesaya. Yesaya hendak mengontraskan karakter Tuhan yang kudus dengan umat-Nya yang penuh dosa ini. Tuhan adalah “Yang Mahakudus”. Ia tidak berkaitan apa pun dengan dosa. Namun Dia adalah Allah dari Israel yang penuh dosa. Yang Mahakudus memilih keluar dari “zona nyaman”-nya untuk menjadi Allah bagi bangsa Israel yang dalam bacaan hari ini jelas sekali digambarkan sebagai pihak yang tak tahu diri.
Apa lagi yang kurang bagi mereka? Yang Mahakudus sendiri memilih menghampiri mereka dan menjadi Allah mereka tetapi mereka malah memberontak (2) dan menista (4) Dia! Sesuai perjanjian antara Tuhan dan bangsa Israel, Ia menghajar mereka supaya bertobat dan berbalik kepada-Nya (5, bnd. Im. 26:14-39). Bukannya bertobat dan menjadi lebih baik, hajaran itu tidak mengurangi sikap murtad mereka. Sampai-sampai kalau diandaikan dengan tubuh manusia, tidak ada lagi bagian yang belum dipukul oleh Tuhan (7). Namun toh orang Israel tetap bebal dan tidak tahu bersyukur. Kalau bukan karena Tuhan yang panjang sabar dan menahan diri, sudah habislah bangsa ini. Akan tetapi, Tuhan bermurah hati dan tidak tega memberikan kepada bangsa Israel penghukuman yang seharusnya pantas mereka terima.
Bukankah keadaan kita pun serupa? Kita adalah manusia yang bebal. Yang Mahakudus berinisiatif menghampiri kita, bahkan lewat Tuhan Yesus yang mati dan bangkit. Tetap kita memberontak dan bandel. Tetapi Ia panjang sabar menantikan kita. Maukah Anda merespons kasih-Nya dengan berhenti dari kekeraskepalaan Anda?





Tuhan YESUS KRISTUS Maha Baik



Tuhan YESUS KRISTUS Maha Baik


Saya ingin mengawali kesaksian ini dengan sekilas mengenai latar belakang Saya sendiri. Saya seorang karyawan dengan 2 orang anak yang cakap & pintar yang Tuhan anugerahkan melalui seorang istri yang cantik & setia. Dari awal lulus kuliah di salah satu PTS di Jakarta dengan jurusan Manajemen, puji Tuhan saya langsung bekerja di salah satu perusahaan konglomerat besar ternama dan langsung sebagai 'supervisor' (salah satu berkat Tuhan yang luar biasa). Singkat cerita, karier saya berkembang cukup pesat dan akhirnya saya memutuskan pindah ke dalam satu perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing -red) setelah diperusahaan sebelumnya menjabat 'Branch Manager' (diusia 30 tahun). Posisi di perusahaan PMA tersebut tentunya lebih tinggi dan dengan fasilitas lebih baik (mobil sedan, trip ke luar negeri,...) tapi berhubung kami mempunyai suatu usaha kongsi (oleh almarhum ayah saya dengan rekannya) sedangkan usaha tersebut bermasalah. Maka saya putuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan PMA tersebut dan mengambil alih usaha tersebut.
Setelah 9 bulan mengambil alih usaha keluarga ini, saya mulai merasa bahwa usaha ini tidak cocok dengan kondisi saya (konflik dengan rekanan usaha, jam kerja yang tidak menentu, terus merugi,..) maka saya putuskan untuk kembali bekerja.
Setelah memutuskan meninggalkan usaha, saya relatif menganggur dengan tanggungan kedua orang tua yang tinggal serumah, istri, dan seorang anak (waktu itu si kecil belum lahir). Saya cukup stress juga.
Untunglah Saya sadar bahwa Tuhan YESUS KRISTUS tidak pernah meninggalkan kita barang sejenak pun. Saya digerakkan untuk terus menerus berdoa dan salah satu ayat favorit saya adalah "Hal Kekhawatiran, Tuhan YESUS KRISTUS berfirman jangan khawatir akan apa yang hendak Kamu makan,..." dan "mintalah maka Kamu akan diberi ketuklah pintu maka akan dibukakan .... kalau kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu apalagi Bapamu yang disurga..."

Saya mendapat kerja disuatu perusahaan lokal yang cukup besar melalui iklan koran. Setelah bekerja diperusahaan tersebut, saya menemukan situasi yang sangat berbeda. Jabatan saya sebagai manajer tidak sesuai dengan kapasitas seorang manajer (lebih kepada 'yes man' saja, tidak ada otoritas). Lingkungan kerja yang sarat dengan penjilat2 membuat Saya tidak kerasan tapi karena kebutuhan penghasilan untuk keluarga maka saya tetap melakukan tugas sebaik-baiknya walaupun budaya kerja sangat tidak profesional seperti yang sebelum-sebelumnya saya alami.
Saya mulai mencari-cari info pekerjaan melalui 'Head Hunter' dan referensi orang-orang dekat tetapi jalan belum terbuka.
Saya berdoa terus menerus agar Tuhan membukakan jalan bagi pekerjaan yang lingkungannya lebih baik.

Memang inti dari kesaksian ini dimulai pada saat saya dipanggil oleh HRD dengan maksud mendesak Saya untuk mengundurkan diri tanpa adanya alasan kuat kesalahan/pelanggaran (tidak ada peringatan sebelumnya). Saya tenggarai bahwa memang beberapa orang merasa tidak cocok dengan saya meskipun saya mencoba beradaptasi kecuali dalam hal menjilat atasan.
Atas desakan ini, saya merasa harga diri saya sebagai orang selama ini menjalankan tugas sebaik-baiknya dan sebagai seorang manajer dilecehkan. Saya dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti berikan jalan keluar dan ini mungkin bagian dari rencana Tuhan buat saya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Setelah saya menuntut manajemen untuk memberikan apa yang menjadi hak saya karena saya tidak terbukti sedikitpun melakukan pelanggaran tapi
saya nilai karena perbedaan visi dan budaya dan puji Tuhan semuanya berjalan lancar.
Setelah itu saya relatif menganggur, selama masa menganggur memang saya mengalami cobaan dan godaan rasa khawatir tapi sekali lagi puji Tuhan Saya lawan semua itu dengan firman dari Tuhan Kita YESUS KRISTUS yang setia.
Ternyata masa menanti panggilan lebih lama dari yang dibayangkan, 4 bulan Saya menganggur. Perhitungan saya paling lama 2 bulan karena saya sudah melakukan interview dengan beberapa perusahaan besar tapi karena Tuhan YESUS KRISTUS memang memiliki rencananya yang ajaib belum juga ada keputusan mengenai status lamaran saya itu.
Sudah 20 perusahaan besar yang melakukan inteview tapi setelah ditunggu-tunggu belum juga ada keputusan.
Kembali godaan muncul dari iblis berupa kekhawatiran karena tabungan kami hanya cukup untuk 2 bulan saja.
Tapi dengan beriman pada Tuhan kita YESUS KRISTUS dan yakin akan setiap firmannya maka kami dapat melalui masa penantian ini.

Pesan iman dari kesaksian ini adalah percayalah hanya kepada Tuhan kita YESUS KRISTUS, Dia sungguh amat baik.

Sekarang Tuhan YESUS KRISTUS sudah menunjukkan jalanNya yang luar biasa. Saat ini saya sudah bekerja kembali di perusahaan PMA yang 3 tahun yang lalu saya pernah bekerja dengan income dan fasilitas yang lebih baik (puji Tuhan Dia sungguh amat baik). Luar biasanya, saya juga mendapat 2 tawaran lagi bekerja dengan tawaran yang tidak kalah baiknya.
Tuhan meminta saya untuk memilih mana yang paling cocok menurut saya (sungguh Dia mamat sangat baik dan pemurah).

Pesan saya sekali lagi bagi saudara sekalian yang kebetulan menghadapi masalah dalam hidup. Jangan pernah berpaling dari padaNya karena hanya Dia yang berkuasa untuk memberikan jalan keluarnya dan rancanganNya sungguh luar biasa.
Tuhan YESUS KRISTUS mengasihi anda semua dan saya. Untuk itulah Dia rela wafat dengan penderitaan dan terhina di kayu salib, Tuhan memberkati Kita semua, Amin