Dalam bacaan hari ini, pemazmur kebingungan. Berdasarkan kisah yang diceritakan oleh nenek moyang mereka secara turun-temurun, ia mengerti bahwa Allah itu baik (44:2-9). Akan tetapi, berdasarkan pengalaman yang sedang dia alami, ternyata Allah seperti tidak mempedulikan umat-Nya.
Pemazmur kebingungan ketika melihat kenyataan bahwa Allah yang baik yang telah memberi kemenangan dalam berbagai peperangan pada masa lampau ternyata membiarkan umat-Nya dikalahkan musuh dalam peperangan pada masa kini. Allah seolah-olah tidak peduli ketika umat-Nya dibuang ke negeri asing serta menjadi bahan sindiran bagi suku-suku bangsa tetangga mereka (44:10-15). Dalam kebingungannya, pemazmur menganggap Tuhan sedang tidur sehingga ia berusaha membangunkan Tuhan (44:24).
Bila kita hidup pada zaman pemazmur, yaitu pada zaman pembuangan, kita pun akan kebingungan menghadapi pertentangan antara pengetahuan dan mengalaman. Akan tetapi, bagi kita yang mengerti seluruh sejarah Israel sebagaimana yang dikisahkan dalam Alkitab, kita bisa memahami bahwa pembuangan itu terjadi karena bangsa Israel berulang-ulang jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Allah itu baik sehingga Ia mau mengampuni umat-Nya setiap kali umat-Nya bertobat dan datang kepada-Nya. Akan tetapi, karena kejatuhan dalam dosa penyembahan berhala merupakan siklus yang terus berulang (jatuh dalam dosa → dikalahkan musuh → bertobat → ditolong Tuhan → jatuh dalam dosa → dan seterusnya), Allah akhirnya membiarkan umat-Nya dikalahkan musuh dan dibuang sebagai tawanan ke negeri asing untuk memutus siklus tersebut. Ketegasan Allah membuat Allah tidak bisa membiarkan dosa. [P]
Ulangan 28:15
“Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar